Awal dari Perjalanan Panjang
Memasuki
dunia perkuliahan adalah bagian dari impian luar biasa anak-anak muda. Namun,
di Indonesia saja hanya sekian persen yang bisa memiliki kesempatan melangkah lebih dekat dengan impiannya. Kita
patut berbangga dan bersyukur menjadi bagian dari si sekian persen. Apalagi,
menjadi bagian dari perguruan tinggi
ternama di bumi pertiwi ini, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disebut-sebut
sebagai kampus nomor satu di Indonesia.
Menjadi
mahasiswa baru yang notabene adalah seorang pendatang tentu harus beradaptasi
terlebih dulu dengan lingkungan yang baru sebelum menetap untuk waktu yang
cukup lama. Di UGM, kami para mahasiswa baru wajib untuk mengikuti kegiatan
pengenalan lingkungan kampus yang dikenal dengan PPSMB yang merupakan singkatan
dari Pelatihan Pembelajar Suses Mahasiswa Baru. Kegiatan ini dilaksanakan
selama 6 hari dimana terbagi-bagi lagi menjadi 3 kegiatan yaitu: PPSMB
Universitas, PPSMB Fakultas, dan softskill, yang masing-masing dilaksanakan
selama dua hari.
Dua
hari pertama, kami menjalani PPSMB Universitas. Pada hari pertama upacara
pembukaan PPSMB juga dilaksanakan. Kami disambut dengan baik. Selain sambutan,
pertunjukan dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa, kami juga disambut oleh
berbagai atraksi istimewa. Hari itu, kami dipertemukan lagi dengan teman-teman
yang berasal dari fakultas berbeda yang belum sempat kami hafal dan ingat nama
serta wajahnya pada waktu SG, dua hari sebelumnya, dalam satu gugus ditemani
dengan kakak-kakak co-fas yang menyenangkan. Apapun yang kami lakukan, sudut
bibir kami tak pernah turun, suara tawa kami selalu menggema di ruangan.
(Suhardi Tjahjono R.SV 215)
Dua
hari berikutnya, kami berpindah ke fakultas masing-masing. Saya berada di
Fakultas Teknik. Serangkaian acara mulai SG sampai pada hari terakhir PPSMB
Fakultas membuat saya berdebar. Sambutan kakak-kakak dengan lagu suporteran
pada saat SG, teriakan bangga “Teknik? Jaya” yang menggema di udara, pembicara
yang menginspirasi, teriakan dukungan kami untuk teman-teman yang menyusun
kubus-kubus kami menjadi tugu teknik, kekeluargaan, dan semuanya. Semuanya
membuat saya berdebar. Ketika menulis saat ini pun, rasanya masih sama.
Mendebarkan.
Dua
hari terakhir, kami kembali ke tempat yang sama seperti dua hari pertama. Kami
mendapat pelatihan softskill seperti: melatih keterampilan, cara beradaptasi,
cara membagi watu, dan menjadi seorang problem solver. Pada hari terakhir, kami
masih mendapat materi softskill di pagi hari. Siang hari, kami kembali berjalan
menuju Lapangan Pancasila untu melakukan penutupan. Lengkap mengenakan atribut,
kami berbaris membentuk formasi lambang UGM.
Banyak
sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapat dan pelajari dari kegiatan ini.
Bahkan sudah 3 minggu ini kami mulai kuliah, semua ilmu dan pengalamannya
sangat membantu.




Komentar
Posting Komentar